SUMENEP, MaduraPost - Jalan-Jalan Sehat (JJS) Politik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadirkan pemandangan yang kontras pada Minggu (18/10/2026) pagi.
Ribuan warga berkumpul di sisi timur Taman Adipura atau Taman Potre Koneng (Taman Bunga) Sumenep, tetapi kehadiran para legislator yang membawa nama parlemen dalam kegiatan itu justru dipertanyakan.
Agenda yang digelar untuk memperingati Hari Parlemen 2026 tersebut ramai diikuti masyarakat. Namun, menurut peserta yang berada di lokasi, keterlibatan anggota DPRD Sumenep tidak sebanding dengan jumlah warga yang memadati acara.
Nama Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, ikut menjadi perhatian setelah ia tidak hadir ketika pembukaan berlangsung. Penjelasan mengenai keterlambatan itu disampaikan oleh Rasidi, anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Rasidi menyebut Zainal masih memiliki keperluan keluarga sehingga belum bisa datang tepat waktu.
“Ketua DPRD telat hadir karena sedang mengantarkan anaknya ke luar kota,” kata Rasidi saat memberikan keterangan terkait keterlambatan tersebut, Minggu pagi di Sumenep.
Persoalan kehadiran itu kemudian memantik kritik dari Asmuni, jurnalis senior Sumenep yang turut mengikuti JJS. Ia menilai ketidakhadiran pimpinan DPRD pada awal acara menjadi hal yang patut dipertanyakan, mengingat kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Parlemen.
“Saya sangat menyayangkan Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, tidak hadir pada pembukaan acaranya sendiri,” ujar Asmuni.
Bagi Asmuni, persoalan tersebut bukan semata-mata soal keterlambatan seorang pimpinan. Ia juga mempertanyakan partisipasi anggota DPRD secara keseluruhan ketika kegiatan yang membawa nama parlemen itu berlangsung.
“Dari hampir 50 anggota DPRD Sumenep, mayoritas banyak yang tidak hadir. Padahal, ribuan masyarakat memadati kegiatan JJS politik ini,” katanya.
Asmuni menduga kegiatan tersebut lebih banyak ditangani oleh sebagian anggota dewan. Meski demikian, penilaian itu belum membuktikan bagaimana pembagian tugas maupun keterlibatan masing-masing legislator dalam penyelenggaraan acara.
Absennya sejumlah wakil rakyat menjadi persoalan yang berbeda dari sukses atau tidaknya kegiatan menarik massa. Ramainya peserta menunjukkan tingginya partisipasi warga, tetapi belum menjawab sejauh mana anggota lembaga legislatif ikut terlibat dalam agenda tersebut.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan terperinci mengenai jumlah anggota DPRD yang menghadiri JJS Politik maupun alasan mereka yang tidak terlihat di lokasi. Keterangan dari Ketua DPRD dan panitia masih diperlukan agar persoalan kehadiran tersebut dapat dijelaskan secara utuh.***