“Dari hampir 50 anggota DPRD Sumenep, mayoritas banyak yang tidak hadir. Padahal, ribuan masyarakat memadati kegiatan JJS politik ini,” katanya.
Asmuni menduga kegiatan tersebut lebih banyak ditangani oleh sebagian anggota dewan. Meski demikian, penilaian itu belum membuktikan bagaimana pembagian tugas maupun keterlibatan masing-masing legislator dalam penyelenggaraan acara.
Absennya sejumlah wakil rakyat menjadi persoalan yang berbeda dari sukses atau tidaknya kegiatan menarik massa. Ramainya peserta menunjukkan tingginya partisipasi warga, tetapi belum menjawab sejauh mana anggota lembaga legislatif ikut terlibat dalam agenda tersebut.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan terperinci mengenai jumlah anggota DPRD yang menghadiri JJS Politik maupun alasan mereka yang tidak terlihat di lokasi. Keterangan dari Ketua DPRD dan panitia masih diperlukan agar persoalan kehadiran tersebut dapat dijelaskan secara utuh.***