SUMENEP, MaduraPost - Firman, 22 tahun, mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa dari mulut sebelum meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima pemuda asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, itu. Namun, tiga hari setelah kematiannya, pihak rumah sakit yang mendatangi rumah duka belum mampu menjelaskan penyebab kejadian tersebut.

Firman meninggal pada Selasa, 13 Oktober 2026. Menurut keterangan keluarga, kondisi pemuda itu sebelumnya disebut membaik. Bahkan, dokter dikabarkan telah menyampaikan bahwa Firman diperkirakan bisa pulang.

Keluarga menyebut situasi berubah setelah seorang perawat memberikan suntikan obat pada Selasa pagi. Firman kemudian muntah, mengalami kejang-kejang, dan mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya.

“Muntah, mendelik, kejang-kejang, terus meninggal,” tutur salah seorang anggota keluarga saat menceritakan kejadian tersebut, Jumat (15/10).

Keluarga mengaku melihat air liur dan busa keluar dari mulut Firman dalam jumlah banyak. Mereka harus berulang kali mengusap cairan yang keluar sebelum pemuda itu meninggal dunia.

“Sebelum kejang-kejang itu, mengalir busa di mulutnya. Banyak keluar air liur. Saking banyaknya, sampai-sampai kami usap beberapa kali,” katanya.

Tak hanya itu, keluarga mengaku menemukan material menyerupai serbuk berbau obat di hidung Firman. Mereka mempertanyakan kemunculan material tersebut setelah pasien menerima suntikan.

“Herannya, obat yang disuntikkan itu kan disuntikkan, kok keluar lewat mulut dan hidung. Hidung Firman sebelum meninggal penuh dengan obat, berbentuk serbuk-serbuk bau obat,” ungkap anggota keluarga tersebut.