Politisi PKB itu juga mengingatkan agar santri tidak hanya ditempatkan sebagai pasar atau pengguna berbagai produk. Menurutnya, santri harus mulai mengambil peran sebagai pelaku ekonomi dengan menciptakan produk yang memiliki nilai jual.

“Santri tidak boleh hanya menjadi konsumen, tapi juga harus jadi produsen. Oleh karena itu, tunjukkan kemampuan kalian kepada dunia bahwa kalian bisa meraih posisi yang tinggi dengan tekad yang tinggi juga,” ucapnya kepada para santri.

Ia kemudian meminta para peserta tidak menganggap pelatihan tersebut sekadar agenda seremonial. Seluruh tahapan, kata dia, perlu diikuti dengan kesungguhan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan setelah program berakhir.

Sementara itu, Disbudporapar Sumenep menyiapkan sejumlah materi praktik usaha dalam Santri Entrepreneur 2026. Pelatihan tersebut meliputi budidaya ikan lele, pengolahan bawang merah, pembuatan gula merah semut, hingga pengelolaan usaha angkringan.

Beragam materi itu diarahkan untuk mengenalkan pilihan usaha yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitar pesantren dan desa.***