SUMENEP, MaduraPost - Pemilihan pemeran Arya Wiraraja untuk rangkaian Hari Jadi Sumenep ke-757 mulai menjadi perbincangan.

Kabar yang beredar di sejumlah pejabat di Sumenep menyebut pemeran yang dipilih merupakan putra Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Faruk Hanafi.

Pemeran tersebut berinisial I. Ia disebut memiliki hubungan keluarga dengan Sumenep, meski saat ini berada di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Pamekasan.

Kabar tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses pencarian hingga penentuan pemeran Arya Wiraraja.

Terlebih, sosok tersebut menjadi bagian dari prosesi Hari Jadi Sumenep yang setiap tahun digelar untuk memperingati hari jadi kabupaten.

R.B. Mohammad Ramli, sutradara naskah sekaligus pengarah prosesi kedatangan Arya Wiraraja, membenarkan bahwa I merupakan pemeran yang dipilih untuk tahun ini.

Ramli mengatakan, pencarian pemeran sebenarnya diupayakan melalui proses seleksi. Namun, persiapan yang cukup singkat membuat pencarian dilakukan secara manual.

Sejumlah sekolah dan perguruan tinggi tetap dilibatkan. Di antaranya SMAN 1, SMPN 2, MAN, SMPN 1, Universitas Wiraraja (UNIJA), Universitas Islam Madura (UNIRA), serta Kacong Cebbing dari Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

“Jadi lengkap,” kata Ramli, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan teleponnya, Kamis (1/10) di Sumenep.

Dari proses tersebut, kata Ramli, terdapat dua kandidat yang kemudian masuk pertimbangan, masing-masing dari UNIJA dan UNIRA.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan pemeranan, termasuk bentuk fisik dan kesesuaian karakter Arya Wiraraja.

Kandidat dari UNIRA akhirnya dipilih. Ramli juga membenarkan bahwa pemeran tersebut merupakan putra Faruk Hanafi.

“Ini ya kebetulan pas putranya Pak Kadis,” ujarnya.

Menurut Ramli, kandidat yang dicari tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Ada pula kandidat yang memiliki hubungan dengan keluarga keraton dan garis keturunan yang dikaitkan dengan Singosari.

Namun, tidak semua kandidat tersebut akhirnya dipilih.

“Penilaiannya subjektif,” kata Ramli.

Ia mencontohkan, kandidat yang memiliki postur tubuh sesuai belum tentu cocok ketika harus membawakan karakter Arya Wiraraja. Cara berjalan dan kemampuan membawa karakter juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Ramli bilang, latihan pemeran terus dilakukan menjelang pementasan. Latihan berlangsung setiap malam di depan kantor Disbudporapar Sumenep.

Di tengah proses tersebut, kabar mengenai terpilihnya putra Kepala Disbudporapar turut dikaitkan dengan keberadaan talenta muda Sumenep, termasuk Kacong Cebbing yang juga disebut dilibatkan dalam pencarian pemeran.

Faruk Hanafi saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia mengaku khawatir memberikan keterangan yang keliru karena tidak mengetahui secara pasti persoalan maupun regulasi yang berkaitan dengan pemilihan pemeran.

“Langsung ke Bu Dewi,” kata Faruk singkat, saat diwawancara MaduraPost di hari yang sama.

Faruk kemudian meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Hendarti Anta Dewi, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Sumenep.

Saat dihubungi, Dewi mengatakan, bahwa dirinya sedang menjalankan tugas di Pantai Lombang. Ia meminta agar konfirmasi dilakukan di kantor Disbudporapar.

“Nanti ke kantor saja, karena takut ada yang keliru. Nanti saya panggil Mas Tofan juga,” ujarnya.

Dewi juga menyebut Kepala Bidang Kebudayaan perlu dilibatkan untuk memberikan penjelasan mengenai proses tersebut.

Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Disbudporapar Sumenep mengenai kriteria lengkap pemilihan pemeran Arya Wiraraja, pihak yang melakukan penilaian, serta mekanisme penentuan pemeran tersebut.

Sementara itu, prosesi Arya Wiraraja menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Jadi Sumenep. Pada Hari Jadi Sumenep ke-756 tahun 2025, prosesi digelar di depan Museum Keraton Sumenep dengan melibatkan sejumlah seniman dan pelaku seni lokal.

Tahun ini, prosesi serupa kembali disiapkan. Pemilihan pemeran Arya Wiraraja menjadi salah satu bagian dari persiapan menuju Hari Jadi Sumenep ke-757 pada 31 Oktober 2026.***