SUMENEP, MaduraPost - Peran duta wisata di era digital tak lagi sebatas tampil di berbagai agenda promosi atau memperkenalkan destinasi secara langsung. Mereka kini dituntut mampu mengemas potensi daerah menjadi konten yang menarik dan menjangkau publik lebih luas.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi mengatakan, kemampuan menguasai teknologi menjadi bagian penting dari tugas duta wisata.

Menurut Faruk, perkembangan platform digital membuka ruang promosi yang jauh lebih luas. Destinasi wisata, kekayaan budaya hingga produk unggulan Sumenep bisa diperkenalkan tanpa terbatas jarak dan waktu.

”Duta wisata ini adalah ujung tombak yang bertugas menjual keindahan daerah masing-masing. Makanya mereka ke depan harus cakap teknologi,” katanya, Rabu (30/9).

Karena itu, Faruk mendorong duta wisata tidak sekadar hadir sebagai representasi daerah. Mereka juga perlu memiliki kreativitas dalam membuat materi promosi yang sesuai dengan karakter pengguna media digital.

Konten yang dikemas secara atraktif, kata dia, dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi sekaligus memperkuat daya tarik budaya dan produk lokal Sumenep.

”Kami minta duta wisata harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, lanjut Faruk, juga telah menyiapkan sejumlah inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi pariwisata. Salah satunya adalah aplikasi Virtual Tour.

Aplikasi tersebut dapat menjadi alternatif bagi calon wisatawan untuk mengenal destinasi di Sumenep secara lebih interaktif sebelum datang langsung ke lokasi.