Di tengah proses tersebut, kabar mengenai terpilihnya putra Kepala Disbudporapar turut dikaitkan dengan keberadaan talenta muda Sumenep, termasuk Kacong Cebbing yang juga disebut dilibatkan dalam pencarian pemeran.
Faruk Hanafi saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia mengaku khawatir memberikan keterangan yang keliru karena tidak mengetahui secara pasti persoalan maupun regulasi yang berkaitan dengan pemilihan pemeran.
“Langsung ke Bu Dewi,” kata Faruk singkat, saat diwawancara MaduraPost di hari yang sama.
Faruk kemudian meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Hendarti Anta Dewi, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Sumenep.
Saat dihubungi, Dewi mengatakan, bahwa dirinya sedang menjalankan tugas di Pantai Lombang. Ia meminta agar konfirmasi dilakukan di kantor Disbudporapar.
“Nanti ke kantor saja, karena takut ada yang keliru. Nanti saya panggil Mas Tofan juga,” ujarnya.
Dewi juga menyebut Kepala Bidang Kebudayaan perlu dilibatkan untuk memberikan penjelasan mengenai proses tersebut.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Disbudporapar Sumenep mengenai kriteria lengkap pemilihan pemeran Arya Wiraraja, pihak yang melakukan penilaian, serta mekanisme penentuan pemeran tersebut.
Sementara itu, prosesi Arya Wiraraja menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Jadi Sumenep. Pada Hari Jadi Sumenep ke-756 tahun 2025, prosesi digelar di depan Museum Keraton Sumenep dengan melibatkan sejumlah seniman dan pelaku seni lokal.