Dari proses tersebut, kata Ramli, terdapat dua kandidat yang kemudian masuk pertimbangan, masing-masing dari UNIJA dan UNIRA.
Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan pemeranan, termasuk bentuk fisik dan kesesuaian karakter Arya Wiraraja.
Kandidat dari UNIRA akhirnya dipilih. Ramli juga membenarkan bahwa pemeran tersebut merupakan putra Faruk Hanafi.
“Ini ya kebetulan pas putranya Pak Kadis,” ujarnya.
Menurut Ramli, kandidat yang dicari tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Ada pula kandidat yang memiliki hubungan dengan keluarga keraton dan garis keturunan yang dikaitkan dengan Singosari.
Namun, tidak semua kandidat tersebut akhirnya dipilih.
“Penilaiannya subjektif,” kata Ramli.
Ia mencontohkan, kandidat yang memiliki postur tubuh sesuai belum tentu cocok ketika harus membawakan karakter Arya Wiraraja. Cara berjalan dan kemampuan membawa karakter juga menjadi bagian yang diperhatikan.
Ramli bilang, latihan pemeran terus dilakukan menjelang pementasan. Latihan berlangsung setiap malam di depan kantor Disbudporapar Sumenep.