SUMENEP, MaduraPost - Ketua Panitia Pengukuhan DPC PKB Sumenep, Ali Faidi, mengungkapkan sejumlah kendala di balik pelaksanaan acara di Hotel Myze, Kamis (8/10/2026).
Selain distribusi konsumsi yang terlambat, ia mengakui ada amplop undangan yang sempat kosong dan menyebut persoalan itu telah diselesaikan melalui transfer kepada penerima.
Faidi yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPC PKB Sumenep menjelaskan, persoalan konsumsi terjadi akibat ketidaksinkronan antara panitia dan penyedia.
Makanan ringan yang semestinya tersedia lebih awal ternyata baru siap beberapa jam setelah jadwal yang direncanakan.
“Ya, namanya kita punya gawe, pasti ada miss. Harusnya yang di belakang itu juga kebagian, tetapi ternyata ada miss antara penyelenggara dengan penyedia. Yang seharusnya siap jam 2, ternyata baru ready jam 4,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/10).
Ia membantah adanya kesengajaan untuk membedakan pelayanan secara mencolok antara tamu VIP dan non-VIP.
Menurut Faidi, tempat di bagian depan diprioritaskan bagi para masyaikh, ketua partai politik, pimpinan lembaga, pengurus badan otonom PCNU, para nyai, serta pengurus DPC PKB yang dilantik.
Adapun bagian belakang ditempati sejumlah pengurus PAC PKB dan unsur badan otonom. Ia berdalih keterbatasan kapasitas ruangan membuat panitia tidak dapat menyediakan tempat duduk dan pelayanan secara maksimal bagi seluruh undangan.
“Kami ingin mengundang semua, ingin melibatkan semua. Tapi dengan kapasitas dan kemampuan kami yang mungkin kurang maksimal, pada akhirnya ada kekurangan dari sisi pelayanan yang kami berikan,” katanya.