SUMENEP, MaduraPost - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, M. Kamalil Ersyad, menegaskan komitmennya menjadikan partai sebagai kekuatan politik yang berpihak kepada masyarakat.
Namun, pelaksanaan pengukuhan pengurus periode 2026-2031 di Hotel Myze, Kamis (8/10/2026) siang, menyisakan keluhan terkait perbedaan fasilitas konsumsi antara tamu VIP dan undangan lainnya.
Ersyad menyebut perjuangan PKB harus berorientasi pada kemaslahatan umat, kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan Kabupaten Sumenep. Ia menegaskan, partai memiliki tanggung jawab melahirkan kebijakan yang menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat.
“Jadi, kita adalah bagian daripada potensi Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep. Maka, partai ini akan berbuat bersama-sama untuk bagaimana Sumenep bisa maju, jaya, dan sejahtera melalui kekuatan politik,” ujarnya saat diwawancarai wartawan, Kamis (8/10/2026) sore.
Namun, di tengah pesan tentang kebersamaan tersebut, pelaksanaan pengukuhan pengurus baru justru menyisakan catatan mengenai perlakuan terhadap undangan.
Seorang kader PKB Sumenep yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menilai, semangat kemaslahatan seharusnya juga tercermin dalam penyelenggaraan kegiatan internal partai.
“Kalau PKB bicara kemaslahatan umat dan keberpihakan kepada rakyat, semangat itu seharusnya dimulai dari internal partai sendiri. Setiap kader dan undangan perlu dihargai, tanpa harus dibedakan berdasarkan status atau posisi,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, perbedaan fasilitas terlihat pada penyediaan konsumsi. Tamu kategori VIP, termasuk jajaran pengurus DPW dan DPC PKB, disebut memperoleh fasilitas konsumsi berbeda. Sementara itu, undangan non-VIP hanya mendapatkan air mineral dalam kemasan gelas merek Cellep.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kegiatan berlangsung di hotel berbintang empat dan dihadiri kader serta undangan partai.