“Ini menjadi kesempatan yang sangat luar biasa bagi kami. Kami ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Sumenep melalui musik tradisional Tongtong Angin Ribut,” ujar Lutfi.
Pertemuan antara musik tradisional dan parade MotoGP itu menjadi gambaran menarik tentang bagaimana kesenian daerah bisa mengambil tempat di ruang yang sama dengan pertunjukan olahraga modern.
Tongtong yang selama ini lekat dengan tradisi masyarakat Madura akan dibawa ke hadapan penonton dalam suasana yang jauh berbeda dari panggung kebudayaan biasa.
Dari Mataram, Sumenep hendak menunjukkan satu hal, kesenian tradisional tidak harus berada di ruang yang serba tradisional untuk bisa dikenal. Ia juga bisa hadir di tengah sorotan event besar, berdampingan dengan nama-nama pembalap dunia.***