"Ini bukti bahwa Brigade Komando Sakera hadir dan berkontribusi di hampir seluruh lini kehidupan bangsa," tegasnya.
Di sisi lain, KMY turut menyoroti persoalan keamanan yang masih dihadapi sebagian warga Madura yang menjalankan usaha di wilayah perkotaan. Perlindungan terhadap pedagang kecil dan pelaku usaha dinilai menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama.
Karena itu, Brigade Komando Sakera mengaku terus memperkuat konsolidasi internal sebagai jaring pengaman bagi warga Madura di Yogyakarta. Mereka juga menyatakan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk merespons potensi persoalan keamanan di lingkungan komunitas.
KMY juga mendorong penguatan sinergi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah, terutama dalam mencegah konflik, mengantisipasi aksi premanisme terhadap pedagang kecil serta membangun sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.
"Perayaan kemerdekaan adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa kemerdekaan ekonomi maupun rasa aman warga kecil, termasuk pedagang perantau, masih menjadi pekerjaan rumah bersama," ujar Jugil.
Ia menegaskan, Brigade Komando Sakera ingin menempatkan diri sebagai mitra dalam menjaga ketertiban dan membangun komunikasi dengan aparat maupun pemerintah daerah.
"Brigade Komando Sakera hadir sebagai mitra, bukan ancaman, mitra bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban, sekaligus mitra dialog untuk memperjuangkan hak-hak kewargaan anggota kami," lanjutnya.
KMY berharap momentum HUT ke-81 RI dapat semakin memperkuat persaudaraan warga Madura di Yogyakarta sekaligus menegaskan kontribusi mereka dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pembangunan.
Semangat tersebut, kata KMY, sejalan dengan nilai kebangsaan yang diusung dalam peringatan kemerdekaan tahun ini, termasuk mendorong kedaulatan ekonomi agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi demi tercapainya kemakmuran bersama. (*)