Menurutnya, apabila dalam pelaksanaan masih ditemukan berbagai kekurangan, hal itu harus dijadikan bahan evaluasi bersama, bukan alasan untuk menghentikan program.
"Kalau masih ada kekurangan atau perlu penataan ulang, mari kita benahi bersama. Pemerintah daerah tetap mendukung penuh Program MBG. Jika ada kendala yang dihadapi mitra SPPG, silakan disampaikan kepada kami untuk dicarikan solusi," katanya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Pamekasan sekaligus Ketua Satgas MBG, Sukriyanto, meminta seluruh pengelola dapur dan mitra pelaksana terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyajian makanan kepada para penerima manfaat.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberikan pembinaan dan pendampingan apabila masih terdapat kendala, baik terkait aspek teknis maupun perizinan.
"Jika masih ada kekurangan, termasuk terkait perizinan maupun aspek teknis lainnya, kami siap melakukan pembinaan dan pendampingan. Yang terpenting, seluruh mitra tetap memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan penerima manfaat," ujarnya.
Sukriyanto juga memastikan pemerintah daerah tidak memiliki rencana menghentikan Program MBG selama para mitra tetap menjalankan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami tidak mengenal istilah penghapusan selama mitra kooperatif dan mampu menyajikan makanan yang layak bagi para penerima manfaat. Kami memahami besarnya manfaat program ini bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Ali Masykur yang menemui langsung massa aksi menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan Program MBG. Ia berjanji seluruh aspirasi yang disampaikan peserta aksi akan diteruskan kepada pemerintah pusat maupun DPR RI.
"Kami sepakat mendukung penuh Program MBG karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Aspirasi ini juga akan kami teruskan kepada DPR RI dan Presiden," pungkasnya.