Karena itu, Idul Adha sejatinya bukan hanya tentang penyembelihan hewan. Ia adalah perayaan kemanusiaan. Tentang bagaimana manusia belajar berbagi, belajar ikhlas, dan belajar menempatkan cinta kepada Tuhan di atas segala kepentingan dunia.
Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa jalan menuju keimanan tidak pernah mudah. Selalu ada pengorbanan yang harus diberikan. Selalu ada ujian yang mengukur ketulusan hati manusia.
Dan hingga hari ini, ribuan tahun setelah peristiwa itu terjadi, gema pengorbanan Nabi Ibrahim masih terus hidup dalam setiap takbir yang berkumandang di Hari Raya Idul Adha.
Di setiap tetes darah hewan kurban, tersimpan sejarah panjang tentang cinta seorang ayah, keteguhan seorang anak, dan kasih sayang Tuhan kepada umat manusia.
Catatan Opini: Imron Muslim
Kordinator Liputan MaduraPost