PAMEKASAN, MaduraPost - Dugaan pengeroyokan terhadap seorang santri di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Dalam peristiwa tersebut, seorang santri berinisial AL, warga Dusun Plalang, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, diduga dianiaya oleh tujuh rekannya di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batu Marmar.
Video yang beredar memperlihatkan kondisi korban dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. AL juga dikabarkan mengalami patah tulang hingga kesulitan bergerak akibat luka yang dideritanya.
Seorang tetangga korban yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, AL diduga menjadi korban kekerasan secara bersama-sama di lingkungan pesantren tempatnya menimba ilmu.
"Menurut informasi yang saya dapat, AL memang diduga menjadi korban pengeroyokan," tuturnya, Sabtu (3/10/2026).
Meski rekaman video dan informasi mengenai dugaan pengeroyokan tersebut telah beredar di media sosial, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pondok pesantren maupun kepolisian setempat.
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadian, motif di balik dugaan pengeroyokan, maupun kondisi terkini korban. Demikian pula, belum ada penjelasan mengenai langkah penanganan yang akan ditempuh untuk mengusut peristiwa tersebut.
Kasus ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan duduk perkara serta mengungkap fakta di balik dugaan kekerasan terhadap santri tersebut.***