PAMEKASAN - SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian Unity Fest 2.0 yang digelar SMA Plus Miftahul Ulum. Pelaksanaannya bekerja sama dengan RSUD Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan dan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumur Tengah.

Pengobatan gratis tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Sekitar 150 peserta mengikuti layanan kesehatan yang disediakan, terdiri dari 50 siswa dan 100 peserta dari masyarakat umum.

Peserta yang datang tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah. Warga sekitar, wali murid, wali santri, tenaga pengajar hingga santri turut memanfaatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Sejumlah layanan pemeriksaan disiapkan oleh tim medis RSUD SMART Pamekasan. Pemeriksaan mencakup penyakit dalam, kulit, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), mata, serta jantung.

Kepala SMA Plus Miftahul Ulum Sumur Tengah, Khuzairi, M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah dan pesantren terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sekolah ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.

“Kami bersyukur murid, santri dan masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti cek kesehatan dan pengobatan gratis ini,” ujar Khuzairi.

Ia berharap layanan kesehatan tersebut dapat membantu masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan maupun mengalami keterbatasan dalam mengakses pemeriksaan dan pengobatan.

“Semoga Allah mengangkat segala penyakitnya dan memberikan kesembuhan. Semoga tim medis maupun penyelenggara mendapatkan pahala yang berlimpah melalui bakti sosial ini,” katanya.

Sementara itu, Tim Medis RSUD SMART Pamekasan, Ali Maksum, mengapresiasi inisiatif SMA Plus Miftahul Ulum yang melibatkan masyarakat umum dalam kegiatan tersebut.

Ali mengatakan, kolaborasi antara sekolah, pesantren dan rumah sakit dapat menjadi sarana untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara langsung.

“Kami sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini. Ini merupakan bentuk pengabdian kami dari rumah sakit kepada masyarakat, termasuk keluarga di pondok pesantren,” kata Ali.

Menurut Ali, kegiatan seperti itu juga memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan kesehatan yang dirasakan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga komunikasi antara masyarakat dan rumah sakit semakin terbuka.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini rutin, mungkin setiap tahun. Sehingga kami sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit bisa langsung mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat dan menerima masukan dari bawah untuk perbaikan pelayanan rumah sakit,” jelasnya.

Ali menambahkan, RSUD SMART Pamekasan memiliki tim khusus untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sekolah maupun pesantren yang ingin mengadakan kegiatan serupa dapat mengajukan kerja sama melalui bagian terkait di rumah sakit.

Apresiasi juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Maltuful Anam. Ia menilai kegiatan yang digelar SMA Plus Miftahul Ulum tersebut tidak hanya memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

“Kami sangat bahagia dan mengapresiasi kegiatan seperti ini. DPRD memiliki tugas menyampaikan regulasi, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan, kepada masyarakat,” ujar Maltuful.

Menurutnya, pelibatan masyarakat umum dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah dan pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar.

“Di sini bukan hanya santri atau internal pondok pesantren yang dilibatkan, tetapi juga masyarakat. Ini menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung, khususnya berkaitan dengan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar,” katanya.

Maltuful berharap kegiatan sosial dan edukasi seperti yang dilakukan SMA Plus Miftahul Ulum dapat dikembangkan di sekolah maupun pondok pesantren lainnya di Kabupaten Pamekasan.

“Sekolah dan pesantren tidak hanya mengedukasi santri dan murid, tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (*)