“Festival ini juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan UMKM di Ganding dan sekitarnya,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Ganding, H. Abdul Khalid, mengatakan gagasan utama festival adalah membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan apa yang dimiliki daerahnya.
Karena itu, penyelenggara tidak hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga memberikan tempat bagi berbagai potensi lokal.
“Festival Tani Ganding kami konsep sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi kecamatan, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat mempromosikan produk unggulannya,” kata H. Khalid.
Menurut dia, festival tidak mungkin berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah kecamatan. Pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, seniman dan masyarakat ikut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan.
Senada dengan hal itu, Ketua Panitia Festival Tani Ganding, Helman JR mengatakan, konsep tersebut memang sejak awal diarahkan agar festival memberi ruang lebih besar kepada potensi masyarakat.
“Kami ingin Festival Tani Ganding menjadi ruang bersama untuk mengenalkan potensi pertanian, UMKM, seni budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Helman.
Ketua IKAPMII Ganding itu berharap, keberadaan festival selama sepuluh hari tidak berhenti pada tingginya jumlah pengunjung. Ia ingin keramaian yang tercipta ikut memberi manfaat kepada pelaku usaha lokal.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang menikmati kegiatan, tetapi juga ikut berpartisipasi, membeli produk lokal, dan mendukung pelaku usaha di Ganding,” harapnya.