SUMENEP, MaduraPost - Jumlah peserta Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tercatat 68 orang. Angka tersebut lebih sedikit dibanding penyelenggaraan sebelumnya, namun panitia mencatat adanya peningkatan dari sisi sebaran daerah asal peserta.
Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) M. Hariri mengatakan, peserta tahun ini terbagi dalam kategori kompetisi dan green show.
"Untuk peserta MEC tahun ini dari segi jumlah memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Peserta kita sebanyak 68 peserta, itu terbagi dari peserta kompetisi dan green show," kata Hariri, Sabtu (19/9) sore.
Kategori kompetisi dibuka untuk peserta umum dan pelajar dari seluruh Indonesia. Sejumlah peserta dari luar Sumenep ikut ambil bagian, antara lain dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Surabaya.
Menurut Hariri, kondisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan MEC mulai meluas meski jumlah peserta tidak sebanyak tahun sebelumnya.
"Yang kompetisi itu ada kategori umum dan kategori pelajar yang kita buka seluruh Indonesia. Meskipun kita dari segi jumlah peserta semakin sedikit namun keikutsertaan dari wilayah kabupaten dan kota Indonesia semakin meningkat," terang Hariri.
Pada MEC tahun ini, peserta tidak hanya dituntut menampilkan kreativitas busana. Mereka juga harus menerjemahkan tema Keraton Sumenep melalui desain kostum.
Ada pula ketentuan penggunaan bahan lokal. Sedikitnya 20 persen unsur dalam kompetisi harus menggunakan daun siwalan.
Ketentuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya panitia menghubungkan perhelatan budaya dengan potensi ekonomi lokal.
"20 persen kompetisi itu minimal harus berbahan daun siwalan. Itu menjadi bagian dari cara kami untuk memberdayakan UMKM, karena penyedia daun Siwalan di marketplace sampai saat ini hanya berada di Sumenep," ujar Hariri.
Selain bahan siwalan, panitia juga menggandeng pelaku UMKM Pasar Minggu untuk membuka stan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
MEC 2026 dengan demikian tidak hanya berfokus pada pertunjukan di atas panggung. Aktivitas ekonomi masyarakat, promosi produk lokal dan keterlibatan pelaku kreatif turut ditempatkan sebagai bagian dari perhelatan tersebut.
Panitia juga membuka akses bagi konten kreator, fotografer, influencer dan media untuk mengabadikan kegiatan. Sebanyak 100 kartu identitas disiapkan bagi mereka yang akan melakukan peliputan atau dokumentasi.
"Gembiranya tahun ini kita buka undangan secara umum, bagi konten kreator, media, influencer, fotografer dan lainnya bagi yang berminat mengabadikan pagelaran MEC tahun ini," katanya.
"Tapi kita juga punya batasan dan aturan untuk mereka yang harus diikuti. Alhamdulillah, dari 100 ID Card yang kita siapkan sudah lebih dari 75 tersebar untuk hadir dalam kegiatan ini," kata Hariri lebih lanjut.
Melalui konsep tersebut, panitia berharap MEC tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan budaya, pelaku usaha, serta wajah Kota Sumenep kepada pengunjung dari luar daerah.***