Dalam pelatihan itu, RSUDMA Sumenep, memberikan perhatian pada sejumlah tahapan pelayanan yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.

Di antaranya proses pendaftaran pasien, pelayanan rawat inap, tindakan operasi, hingga sistem pemberian obat yang membutuhkan pengawasan secara ketat.

Tak hanya itu, validasi terhadap alat kesehatan juga menjadi prioritas melalui kalibrasi serta pengujian rutin guna memastikan seluruh perangkat medis tetap berfungsi sesuai standar.

Rumah sakit juga memperkuat validasi rekam medis beserta dokumentasi pelayanan sebagai fondasi penyusunan indikator mutu yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aspek keselamatan pasien turut menjadi fokus utama, termasuk ketepatan identifikasi pasien, upaya pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan yang memiliki risiko tinggi.

"Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan," pungkas Erliyati.

Melalui penguatan sistem validasi data tersebut, RSUDMA Sumenep menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan setiap pasien yang mendapatkan layanan.***