Salah satu fitur terbaru yang dihadirkan dalam SIMANTRA adalah Intelligent ASN, sebuah layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan ASN memperoleh informasi dan konsultasi kepegawaian secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku.

Fitur tersebut dinilai akan sangat membantu ASN yang berada di wilayah terpencil maupun kepulauan karena seluruh proses konsultasi dapat dilakukan secara daring tanpa harus bertemu petugas secara langsung.

ASN yang berada di kepulauan misalnya, tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk berkonsultasi. Cukup berinteraksi dengan Intelligent ASN, mereka bisa mendapatkan jawaban yang sesuai regulasi dan data pribadinya. Semua berbasis AI,” katanya.

Dalam penerapannya, ASN dapat mengakses data pribadi sekaligus mengajukan berbagai layanan melalui sistem tersebut.

Sementara pengelolaan data dilakukan secara berjenjang mulai dari admin kepegawaian, admin perangkat daerah, pimpinan OPD hingga administrator utama di BKPSDM.

Saat ini SIMANTRA telah diperkenalkan kepada seluruh ASN dan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumenep. Pemerintah daerah menargetkan sistem tersebut mulai digunakan secara penuh pada 29 Juni 2026, bersamaan dengan pemindahan seluruh layanan kepegawaian ke dalam platform tersebut.

“Per hari ini kita perkenalkan, dan efektif digunakan mulai 29 Juni. Setelah itu seluruh layanan kepegawaian akan beralih ke SIMANTRA,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa transformasi digital dalam tata kelola aparatur menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, terlebih bagi daerah dengan karakter wilayah daratan dan kepulauan seperti Sumenep.

Ia menambahkan, penguatan sistem informasi harus berjalan beriringan dengan penerapan manajemen talenta ASN agar penempatan aparatur dapat dilakukan sesuai kompetensi dan capaian kinerja masing-masing.