“Melalui doa bersama ini, untuk mengenang jasa-jasa beliau sekaligus memohon agar nilai-nilai perjuangannya terus hidup dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Pihaknya menilai, penguatan nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga toleransi, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Masyarakat menjaga kerukunan di tengah keberagaman menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif untuk mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang diajarkan Pancasila harus terus dirawat agar cita-cita mewujudkan Kabupaten Sumenep yang maju dan sejahtera dapat tercapai.

Pancasila mengajarkan saling menghargai, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bersama, sehingga dengan nilai-nilai itu mampu mewujudkan cita-cita daerah yang maju dan sejahtera,” terangnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Bulan Bung Karno selama Juni. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Parade Musik Tong-tong, lomba baca puisi dan pidato, Soekarno Fun Run, hingga lomba mewarnai sketsa Bung Karno.

Peringatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan sejumlah momentum penting yang berkaitan dengan Bung Karno, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, serta hari wafatnya pada 21 Juni.

Menutup pernyataannya, Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pendiri bangsa sebagai pijakan membangun masa depan.

“Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa,” tukasnya.***