“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” ujarnya.
“Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat,” sambungnya.
Menurut Sugiat, penyaluran hewan kurban melalui anggaran negara sudah berlangsung sejak masa presiden-presiden sebelumnya dan bukan kebijakan baru di era Prabowo.
“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo,” katanya.
“Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama,” tegasnya menambahkan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Ribuan sapi tersebut dibeli dari peternak lokal di berbagai daerah.
“Sehingga diharapkan momentum ini mereka (peternak lokal) dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” tutur Juri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi korban,” ujar Juri.
Ia menambahkan, momentum Idul Adha diharapkan dapat mendorong kemandirian sektor peternakan nasional sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri.