NASIONAL, MaduraPost - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan belum memperoleh informasi rinci terkait kabar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai persoalan tersebut perlu dipastikan terlebih dahulu agar tidak memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Karena itu, Purbaya mengaku akan menelusuri lebih lanjut mengenai sumber anggaran yang dimaksud.

“Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu,” ujar Purbaya usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5).

Purbaya menegaskan, urusan tersebut bukan berada langsung di bawah kewenangan kementeriannya. Ia pun menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

Menurut dia, anggaran operasional presiden umumnya berada dalam pengelolaan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Karena itu, ia menduga pembiayaan sapi kurban Presiden berasal dari pos tersebut.

“Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri,” katanya.

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso. Politikus Partai Gerindra itu menilai penggunaan APBN untuk program kurban presiden bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan.

“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata Sugiat saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, bantuan presiden kepada masyarakat selama ini tidak hanya berbentuk hewan kurban, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik.