Pada sejumlah media, Nurfaidi membeberkan kronologi dugaan pemerkosaan dan ancaman pembunuhan itu. Bermula waktu malam, saat warga desa setempat melaksanakan salat tarawih.
Malam itu, korban sedang tidak salat tarawih, karena tengah mengasuh anak tetangganya. Sementara pemilik rumah berangkat ke masjid.
Baca Juga:Jalan Sehat Perjuangan TPC Ganjar - Mahfud Sumenep Diguyur Hujan, Animo Pendukung Tetap Padat
Saat itulah insiden memilukan dialami S. Korban yang hanya tinggal berdua bersama anak tetangganya tersebut didatangi oleh pelaku.
"Malam itu, pelaku langsung mendatangi korban dan membujuk untuk melakukan hal diluar batas wajar," kata Nurfaidi mengungkapkan, Selasa (26/4).