SAMPANG, Madurapost.net - Rumah sakit Nindita Sampang menjadi sorotan publik disebabkan laporan pasien yang mengaku menjadi korban pungli pihak rumah sakit.

Selain menjadi korban pungli, Pasien bernama Risalatul Muawanah (20) asal Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang mengaku mendapat pelayanan tidak baik dari pihak rumah sakit.

Hal itu disampaikan Moh Hari selaku Ketua LSM Laskar Trunojoyo. bahwa pasien atas nama Risalatul Muawanah menjadi korban pungli RS Nindita dan pelayanan yang tidak baik.

"Tiga hari pasca operasi, Jahitan diperut pasien jebol. Jadi, pasien ini rencananya mau kontrol," Cerita Hari saat mendampingi keluarga pasien di RS Nindita, Kamis (15/10/2020).

Lebih lanjut Hari mengatakan, bahwa RS Nindita menolak pasien tersebut untuk rawat inap meskipun sudah mengetahui jahitan bekas operasi itu jebol.

"Pihak Nindita malah mengatakan kalau pasien dalam kondisi baik-baik saja, padahal kondisi bekas jahitan di perut pasien sudah jebol. Akhirnya pasien pindah rumah sakit," Terang hari.

Selain itu Hari menceritakan bahwa pasien atas nama Risalatul Muawanah menggunakan BPJS Kesehatan, Namun masih ditarik biaya pembelian obat.

"Kami meminta kwitansinya, namun pihak Nindita berbelit belit. Namun, setelah kami desak kwitansi itu cuma dikasih daftar obat tanpa ada harganya. Semestinya dengan menggunakan BPJS, pasien tidak dikenakan biaya," Jelas Hari.

Selaku aktivis, Hari meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sampang untuk memberikan sanksi tegas kepada RS Nindita karena dianggap telah melanggar aturan.

Terpisah, Zaini, bagian Humas di Rumah Sakit Nindita mengaku bahwa pasien yang menggunakan BPJS tidak dikenakan biaya apapun.

"Nanti saya konfirmasi lagi ya, tunggu satu jam, agar kami tidak salah ngomong," kata Zaini.

Namun Zaini tidak bisa menjawab terkait penolakan Pasien Risalatul Muawanah yang jahitannya jebol setelah di operasi.

"Tunggu besok saja ya, kita rapatkan dulu dengan pihak-pihak yang menangani pasien," pungkasnya. (Mp/man/kk)