![]() |
| Foto : Beritama.id |
BERITAMA.ID, SUMENEP - Sejumlah mahasiswa asal Pulau Kangean menggelar demo ke Mapolres Sumenep, Jawa Timur, Senin, 3 Februari 2020. Dalam aksi itu, mereka menyebut anak-anak di Kangean saat ini sudah terbiasa mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Mereka merasa miris melihat fakta tersebut.
"Narkoba sudah mengganggu pola pikir anak di bawah umur. Anak-anak di Kangean sudah mengkonsumsi narkoba," kata orator aksi, Yaqin.
Yaqin berharap polisi menggelar patroli di wilayah Pulau Kangean, sehingga penyalahgunaan narkoba bisa ditekan maksimal. Ia juga berharap perketat wilayah perairan yang merupakan pintu masuk penyelundupan narkoba.
Selain itu, Yaqin membeberkan Kangean juga marak tindakan kriminal. Bahkan ada warga yang menjadi korban pembunuhan. Ia menyebut hal itu dampak dari kurang maksimalnya sistem keamanan yang berjalan.
Bila polisi tidak segera mengambil tindakan, Yaqin khawatir narkoba dan kriminalitas semakin menjadi-jadi. Ia mengaku tidak bisa membayangkan nasib generasi Pulau Kangean ke depan jika dua persoalan itu tetap terjadi.
Baca Juga:DPC PWRI Sumenep Kecam Media Online yang Cemarkan Nama Baik Wartawan, Ternyata Gara-gara Ini!
"Kami juga menuntut Polres menuntaskan tunggakan kasus krmiminal. Tahun 2018 ada 188 kasus dan 2019 ada 108 kasus yang belum diselesaikan," terangnya.
Sedangkan Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, mengaku berkomitmen memberantaskan segala bentuk kejahatan. Ia meminta masyarakat aktif memberikan informasi gelagat terjadinya kejatan tersebut.
Baca Juga:JCW Tuding Polres Sumenep Ompong Ungkap Kasus Pemalsuan Akta Autentik Tanah Kampus Wiraraja
"Saya baru dua bulan di sini. Terimakasih atas dukungan dan koreksi dari mahasiswa," kata Deddy saat menemui massa.
Baca Juga:Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ajak Anggota Gowes 2–3 Kali Sepekan, Dorong Hemat BBM dan Gaya Hidup Sehat
Khusus narkoba, Deddy menyatakan berperang dengan barang haram tersebut. Ia berjanji akan membasmi peredaran narkoba di Kangean. Ia menyebut pengungkapan jaringan narkoba dari Sampang dan Pamekasan beberapa waktu lalu sebagai bukti komitmen tersebut. (Red-MaduraPost)
