PAMEKASAN, MaduraPost - Bagi masyarakat miskin yang berada di pelosok desa, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi motivasi baru bagi siswa untuk lebih giat dalam mencari ilmu.
Siswa yang biasanya berangkat sekolah dengan perut kosong dan uang jajan Rp2000, kini para siswa berangkat sekolah dengan riang gembira karena akan makan Bersama dan minum susu gratis di Sekolah.
Namun adanya program MBG tersebut kini justru menjadi bumerang bagi siswa miskin di Desa Rek Kerrek Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.
Banyak siswa miskin di Desa Rek Kerrek tidak mau sekolah karena tidak lagi mendapatkan MBG, hal itu disebabkan SPPG yang biasa mendistribusikan MBG ke sekolah tersebut berhenti Operasional sementara.
Seperti yang dialami Ardi Siswa kelas 4 MI Miftahul Ulum, Ardi jarang masuk sekolah karena Sekolah tempat Ardi menuntut ilmu tidak mendapatkan MBG.
Bukan hanya Ardi, banyak siswa dari keluarga Miskin di Desa Rek Kerrek yang saat ini jarang masuk sekolah karena mereka tidak lagi mendapatkan MBG.
"Bagi masyarakat miskin yang hidup didesa seperti Desa Rek Kerrek, Program MBG ini sangat bermanfaat dan justru menjadi tolak ukur keaktifan siswa," Kata Mosi selaku Tenaga Pengajar di Lembaga Pendidikan Mifthul Ulum Gunung Tangis desa Rek Kerrek. Kamis (04/06/26).
Munurut Mosi, Mayoritas Siswa di desa Rek Kerrek tergolong dari keluarga kalangan menengah kebawah, sehingga adanya program MBG sangat bermnafaat bagi siswa.
"Sekarang hampir setiap hari ada lima sampai sepuluh siswa yang bolos sekolah, dan mereka rata rata dari keluarga tidak mampu, kasihan mereka," Imbuhnya.