“Kalau daun pisang kan mudah didapat dan cepat terurai. Jadi lebih bagus dibanding plastik,” ujarnya.
Selain dianggap praktis, penggunaan daun pisang juga sudah menjadi kebiasaan warga desa dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan.
Daging kurban yang telah dikemas tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Desa Juruan Daya dan sekitarnya.
Di sisi lain, Kepala Gadai Mas Nusantara Cabang Sumenep, Ingmatus Zahroh, menjelaskan pihaknya sengaja memilih Desa Juruan Daya sebagai lokasi penyaluran hewan kurban lantaran daerah tersebut masih relatif minim kegiatan kurban.
“Di desa ini memang cukup jarang ada kegiatan kurban, sehingga kami memilih menyalurkan di sini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penggunaan daun pisang juga menjadi bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik di tengah masyarakat.
“Harapannya pemanfaatan daun pisang ini bisa menyadarkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Sampah plastik sulit terurai, sementara daun pisang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Program penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Gadai Mas Nusantara.
Pada tahun ini, perusahaan menyalurkan sebanyak 99 hewan kurban yang dibagikan melalui 33 cabang di sejumlah daerah di Indonesia.