Lonjakan harga BBM eceran di beberapa pulau juga disebut signifikan. Kondisi tersebut memukul biaya operasional nelayan, angkutan laut antarwilayah, hingga usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Imbasnya tak hanya dirasakan sektor ekonomi rumah tangga. Aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan di sejumlah pulau mulai terganggu karena keterbatasan transportasi laut yang membutuhkan pasokan BBM stabil.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep segera berkoordinasi dengan Pertamina serta instansi terkait untuk memastikan suplai energi kembali lancar.

Mereka juga meminta pengawasan distribusi diperketat guna mencegah penimbunan maupun praktik permainan harga oleh oknum pengecer.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, belum menyampaikan keterangan resmi terkait persoalan kelangkaan BBM yang dikeluhkan warga kepulauan.

Hingga saat ini, masyarakat di Kangean, Raas, dan Masalembu masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk mengurai persoalan yang kian membebani kehidupan warga di wilayah terluar tersebut.***