Kedua, ada anggapan bahwa calon itu ibarat tuan rumah ngundang tamu.
Yakni tuan rumah harus mengeluarkan sesuatu hidangan untuk menghormati tamunya atau ibaratnya calon adalah orang yang butuh pada masyarakat pemilih, sehingga orang yang butuh itu harus memberikan penghormatan saat memanggil atau mengundang datang tamu.
Baca Juga:Potongan Timbangan Bawang Merah di Pasar Bawang Probolinggo Tambah Tinggi, Petani Menjerit
Yang ketiga, masyarakat akan lebih bersemangat datang ke TPS karena dikasih transport.
Kreasi seperti ini dianggap trobosan positif yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.
Bahkan ada anggapan sedekah politik membantu pemerintah mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pemilu karena tidak golput.