Saat masih kuliah, Haji Her dan Ghufron sudah berteman akrab. Bahkan tidak jarang keduanya saling bermain dan mengunjungi ke daerah tempat kuliah masing-masing.
Saat menjalani bisnis waktu kuliah, Haji Her membawa motor kelontongan yang tidak seperti motor milik mahasiswa lain.
Baca Juga:Peduli Petani Garam, Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat Madura
"Kadang mahasiswa merasa gengsi membawa motor jelek, tapi Haji Her justru bersikap sebaliknya," ungkapnya.
Ghufron menyampaikan, setelah kenyang menelan perjalanan hidup yang pahit, di tahun 2010 merupakan awal mula karier Haji Her membangun bisnis jadi pedagang tembakau secara serius.