Menurut Safi’, ikhtiar tersebut mendapat sambutan dari masyarakat. Sejumlah budayawan menyerahkan lukisan, benda, dan karya budaya lainnya kepada UTM secara cuma-cuma.
“Banyak yang menghibahkan koleksi pribadinya. Itu bentuk kepercayaan sekaligus kebanggaan,” ujarnya.
Baca Juga:Fauzi-Eva Banjir Dukungan, Kiai Hazmi Basyir Rapatkan Barisan Bersama Alumni dan Guru Ngaji
Ia menambahkan, dukungan tersebut membuka ruang bagi penguatan riset kebudayaan dan pengembangan kompetensi kebahasaan, termasuk Bahasa Madura, di lingkungan akademik.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, UTM diharapkan berkembang sebagai pusat literasi, dokumentasi, dan pengarsipan budaya Madura bukan sekadar etalase budaya, melainkan ruang belajar yang hidup.***