Lebih lanjut Khairul mengatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah data terkait realisasi Pokmas yang diduga dikordinir oleh SF.
"Ustad SF ini tidak hanya mengkoordinir satu Pokmas yang ada di desa Bajur, Tapi banyak Pokmas lain yang anggarannya fantastis, tapi realisasinya tidak sampai 15 persen dari besaran anggaran," Lanjut Khairul.
Baca Juga:Polres Sumenep Dinilai Lambat Tetapkan Tersangka Pengoplos Beras Bulog, JCW : Pelakunya Orang Lama
Sampai berita ini dipublis, Wartawan MaduraPost belum bisa menghubungi ustad SF, Karena beberapa nomor yang dihubungi tidak aktif.