Sebelum mendapatkan anggaran DBHCHT itu, RSUDMA Sumenep sudah memiliki tiga ambulan. Ditambah satu lagi ambulan dari anggaran DBHCHT.
Tambahan satu unit ambulan dari anggaran DBHCHT tersebut dilengkapi dengan peralatan emergensi, dengan itu pasien yang dirujuk dari RSUDMA Sumenep terkontrol dengan baik.
Kemudian untuk UPS sendiri dibutuhkan rumah sakit pada saat emergensi, terutama di ruang operasi. Pada saat terjadi mati daya listrik, UPS ini berfungsi untuk menstabilkan.