Dia pun tak lupa menawarkan solusi, dalam upaya penertiban kerumunan tersebut hendaknya menggunakan langkah yang arif, selain itu juga menggunakan bahasa yang santun tanpa anarkis.

"Pakailah kata-kata yang bijak, tidak boleh langsung mengobrak abrik," pungkas Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep ini.