SUMENEP, Madurapost.net - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum.
Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, tercatat sekitar 276 BUMDes telah berdiri. Dengan catatan, 174 masih dasar, 97 sudah tumbuh, dan 5 sudah berkembang.
Pemerintah Desa (Pemdes) dapat mendirikan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Sebab, pembentukan BUMDes ditetapkan dengan peraturan desa, dari 4 Kelurahan, 330 Desa di 27 Kecamatan daratan maupun Kepulauan di Sumenep.
"Perkembangan BUMDes di Sumenep itu ada yang aktif, ada yang masih dasar, ada juga yang juga sudah maju. Pada update pertama di akhir tahun 2019 lalu, ada sekitar 276 Desa yang sudah berdiri, " terang Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, Tabrani, pada media ini, Rabu (14/10).
Dalam perkembangannya, di melihat, setiap desa masih memiliki banyak kendala dalam mengaktifkan BUMDes tersebut. Salah satunya belum mengetahui potensi desa itu sendiri.
"Kebanyakan BUMDes yang belum berdiri, karena mereka belum mengetahui potensi desa yang bisa diharapkan untuk mendirikan BUMDes," katanya.
Kemudian, kendala penyertaan modal dari dana desa (DD) yang membuat pengelolaan BUMDes juga terkadang menjadi terlihat sangat susah dikembangkan.
"Ini juga yang terkadang membuat BUMDes mandeg, terkecuali ada beberapa desa dengan penyertaan modal atau sumbangan dari masyarakat, karena kebutuhan BUMdes itu juga untuk masyarakat," terangnya.
Disisi lain, Tabrani menyebutkan, jika penyertaan modal BUMDes tahun ini belum bisa dicairkan. Alasannya, kondisi pandemi Covid-19 yang membuat pengalihan anggaran ke Bantuan Langsung Tunai (BLT)-DD.
"Sebenarnya sudah banyak desa yang sudah melakukan penyertaan modal lagi di tahun 2020 ini. Sudah tercantum di APBDesnya, cuma kendalanya kemarin terkena program BLT DD penanganan Covid-19. Akhirnya penyertaan modal tahun ini batal. Padahal kami janjikan hampir 100 persen di tahun 2020 ini selesai untuk pendanaan BUMDEs," tuturnya.
Diketahui, pada tahun 2019 lalu, BUMDes di Sumenep yang masuk dalam kategori maju diantaranya Desa Lobuk, Gapura Tengah, Gapura Timur, Dungkek, dan Prenduan. Kemudian, pada tahun 2020 ini meliputi Desa bGelugur, Pasongsongan, Dungkek, Karanganyar, dan Rombasan.
Pihaknya memastikan, apabila pada tahun 2020 perkembangan BUMDes di Sumenep semakin meningkat.
"Untuk itu, kami terus akan mengupdate perkembangan BUMDes, kami selalu beroordinasi dengan pendamping desa," jelas dia. (Mp/al/kk)