PAMEKASAN, Madurapost.net - Forum lintas LSM menggelar aksi demo ke Kantor Cabang Bulog Madura menuntut pertanggungjawaban pihak Bulog yang telah mendistribusikan Beras tidak layak konsumsi melalui program PKH. Selasa (13/10/2020).
Forum lintas LSM yang melakukan aksi demonstrasi tersebut adalah LSM Komonitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD), LSM Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR), LSM Gerakan Masyarakat Pemantau Korupsi (GEMPAR) dan LSM GEMPA.
Aksi tersebut dilakukan karena banyaknya keluhan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang menyatakan bahwa beras Bulog ternyata banyak kutunya, kondisi berasnya hancur, warna berasnya agak kemerahan dan bau.
Rahem yang merupakan salah satu Korlap aksi dari LSM GEMPAR meminta pihak Bulog untuk menjelaskan tentang mikanisme pengawasan dan mempertanyakan mitra pengadaan beras di gudang Bulog Pamekasan.
"Sesuai dengan Undang-undang keterbukaan publik, kami minta kepada pihak Bulog siapa-siapa saja mitra yang bekerja sama dengan pihak Bulog, dan seperti apa juknisnya," tanya Rahem kepada Kepala Cabang Bulog Madura pada saat menemui massa aksi.
Selain itu, dalam orasinya, Rahem mengatakan, ada beberapa persoalan terkait beras yang di distribusikan oleh pihak Bulog melalui program PKH tersebut.
"Pendistribusian beras yang tidak layak konsumsi itu hanya permainan pihak-pihak terkait dalam melakukan tindakan korupsi, karena beberapa waktu yang lalu pada saat kami konfirmasi kepihak gudang, penjelasan pihak gudang sepertinya sengaja dibuat moter-moter, dan kami takut pihak Bulog hanya mendengar bisikan mitra saja," ucapnya serasa teriak.
Kemudian salah satu Korlap yang lain mengatakan, kalau beras Bulog yang di distribusikan oleh pihak Bulog itu tidak layak dikonsumsi oleh manusia.
"Beras itu layaknya diberikan kepada hewan, seperti kepada kucing, sapi dan hewan yang lain," teriaknya.
Sementara itu, diruang kerjanya Kepala Cabang Bulog Madura Suseno berdalih kalau dirinya beserta pihaknya sudah melakukan pengawasan dan melakukan investigasi ke beberapa wilayah dimadura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
"Kami sudah melakukan pengawasan dan investigasi ke beberapa wilayah, dan kami tidak temukan beras seperti apa yang sampaikan oleh pendemo," ucapnya.
Terkait siapa-siapa saja mitranya dan seperti apa Juknisnya yang diminta pendemo, ia mengatakan sudah mempersiapkan.
"Juknis dan siapa-siapa yang menjadi mitra kami yang teman-teman minta, sudah kami mempersiapkan," tegasnya.(Mp/nir/uki/kk)