SUMENEP, MaduraPost - Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menatap tahun 2026 sebagai fase penting dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan. Target tersebut sejalan dengan perubahan status rumah sakit yang kini resmi menjadi tipe B.
Manajemen mulai mengakselerasi pembenahan di sejumlah lini. Tidak hanya infrastruktur, penguatan kompetensi tenaga kesehatan serta pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi juga menjadi prioritas.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menuturkan peningkatan kapasitas dilakukan secara berjenjang agar warga tak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
“Dengan status baru sebagai rumah sakit tipe B, kami berupaya meningkatkan kemampuan layanan agar dapat menangani kasus-kasus yang lebih kompleks,” ungkap dia, Minggu (19/4).
Menurutnya, perubahan status itu diikuti dengan perluasan cakupan layanan. Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan siaga 24 jam, sementara fasilitas perawatan intensif seperti ICU, PICU, dan NICU terus diperkuat guna melayani pasien dari berbagai rentang usia, mulai bayi hingga dewasa.
Rumah sakit pelat merah tersebut juga menaruh perhatian besar pada pengembangan layanan spesialis. Bidang jantung dan paru diproyeksikan sebagai unggulan, guna menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan medis yang semakin komprehensif dan berkualitas.
Tak hanya dari sisi klinis, transformasi digital turut digenjot. RSUDMA Sumenep kini menerapkan sistem antrean elektronik yang terhubung dengan aplikasi kesehatan nasional untuk mempermudah akses layanan.
“Melalui sistem ini, masyarakat dapat mendaftar dan mengatur jadwal pemeriksaan secara daring, sehingga waktu tunggu bisa lebih singkat dan pelayanan menjadi lebih efisien,” jelas dr. Erliyati.
Ia menegaskan, inovasi berbasis teknologi tetap berpijak pada prinsip keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap layanan.
Di samping itu, RSUDMA Sumenep berkomitmen memperluas akses pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dukungan tenaga medis, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya, rumah sakit ini membidik posisi sebagai pusat rujukan utama di wilayah timur Madura.
“Harapannya, peningkatan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang tahun 2026,” tutup dr. Erliyati.***