SUMENEP, MaduraPost - Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan kesehatan dengan menyediakan fasilitas pengiriman obat langsung ke kediaman pasien.
Program tersebut dirancang untuk memangkas waktu tunggu di instalasi farmasi yang selama ini kerap dikeluhkan pasien, terutama setelah dinyatakan boleh pulang oleh dokter.
Melalui skema baru ini, pasien tidak lagi harus menanti obat selesai diracik atau disiapkan. Begitu mendapatkan izin pulang, pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit, sementara obat resep akan diantarkan menyusul ke alamat yang telah didaftarkan.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mutu layanan.
“Pasien yang sudah diperbolehkan pulang tidak perlu menunggu obat selesai. Mereka bisa langsung kembali ke rumah, dan obat akan kami kirimkan,” kata dr. Erliyati, Jumat (17/4).
Dalam operasionalnya, pihak rumah sakit menggandeng layanan jasa pengiriman sebagai mitra distribusi. Obat yang telah melalui proses di instalasi farmasi selanjutnya diserahkan kepada kurir untuk diantar ke alamat pasien yang sebelumnya telah diverifikasi.
Menurut dr. Erliyati, kebijakan ini tidak hanya memberi kemudahan bagi pasien, tetapi juga berdampak pada berkurangnya kepadatan di area farmasi. Dengan antrean yang lebih terkendali, alur pelayanan di rumah sakit diharapkan menjadi lebih efisien dan tertib.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Inovasi ini menjadi wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Manajemen rumah sakit memastikan proses distribusi obat berjalan aman dan tepat sasaran, baik dari sisi kesesuaian jenis obat maupun ketepatan alamat penerima. Evaluasi rutin juga akan dilakukan guna menjaga standar mutu layanan.
”Harapan kami dengan kehadiran program itu dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, sehingga pasien tetap mendapatkan obat tepat waktu tanpa harus kembali ke rumah sakit,” ujar dr. Erliyati.***