Rangkaian rapat koordinasi sepanjang 2025 hingga 2026 pun menegaskan bahwa percepatan proyek sangat bergantung pada penyelesaian persoalan lahan. Tanpa solusi konkret, target penyalaan listrik berpotensi kembali tertunda.
Perjuangan panjang itu kini memasuki fase krusial. Dukungan lintas sektor mulai terbangun, komunikasi semakin intensif, dan harapan semakin mendekati kenyataan.
Baca Juga:Revitalisasi Sarana dan Prasarana Stadion di Sumenep Jadi Prioritas, Disbudporapar Sebut Begini
Bagi masyarakat Masalembu, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, melainkan simbol masa depan yang telah lama dinantikan.***