“Sumenep itu seperti kapsul waktu. Budaya di sini tidak hanya dilestarikan, tapi dihidupi oleh masyarakatnya,” kata Hadi dengan nada kagum.
Meski sebagian pengurus tidak sempat hadir dalam prosesi utama Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep karena agenda adat di Sulawesi Utara, kehadiran mereka di tanah keris membawa kesan mendalam.
Baca Juga:KPU Sumenep Terima Pendaftar Pertama Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2024
“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana tradisi dan adat masih menjadi denyut kehidupan warga,” imbuhnya.
Eksistensi yang Menolak Punah
Keikutsertaan tokoh-tokoh Sumenep di kepengurusan pusat MAKN menjadi simbol kepercayaan nasional terhadap peran daerah ini sebagai penjaga moral kebudayaan Nusantara.