Publik menaruh perhatian besar terhadap perkara ini, mengingat korban diduga sempat diculik sebelum akhirnya kehilangan nyawanya akibat KDRT yang dilakukan suaminya.
Koordinator aksi, Achmad Hanafi, menegaskan bahwa peristiwa ini lebih dari sekadar kasus KDRT.
Baca Juga:BRIDA Sumenep Teliti Strategi Pemasaran Pertanian, Rekomendasikan Digitalisasi dan Penguatan SDM
"Kami menduga korban dipaksa kembali ke rumah suaminya. Lalu, tiba-tiba kami menerima kabar dari tetangganya bahwa ia telah meninggal dunia," ujarnya pada wartawan, Selasa (18/2).
Ia juga menyoroti adanya kemungkinan unsur perencanaan pembunuhan dalam kejadian tragis tersebut.