Menurutnya, strategi pemasaran yang agresif serta harga yang lebih kompetitif membuat anak muda cenderung lebih memilih produk dari brand besar ketimbang warung kecil yang menjual makanan tradisional.
"Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya pelanggan di warung-warung mi lokal yang khas. Dampak yang ditimbulkan oleh Mie Gacoan terhadap UMKM cukup kompleks," kata Andi.
Baca Juga:Tidak Ditemui Ketua Bawaslu Sumenep, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi Hingga Blokade Jalan Raya
Ia menjelaskan, bahwa di satu sisi, kehadiran restoran ini berkontribusi pada perekonomian daerah dengan membuka lapangan kerja dan memberikan peluang bagi pemasok lokal.
Namun, di sisi lain, persaingan yang ketat berpotensi membuat usaha kecil sulit bertahan.