"Masak pengurus partai ngomongnya sembarangan, bilang hewan (barakay dalam Bahasa Madura, red) apakah itu bisa dibilang sebagai seorang organisatoris?," tanya kembali Moh. Hosni.
Statement inilah yang kemudian menjadi muara sengkarut di tubuh internal DPD Partai Nasdem Sumenep.
Di mana, Moh. Hosni merasa tersinggung dengan sikap buruk para pengurus DPC Partai Nasdem Sumenep saat berada di dalam grup WhatsApp internal partai.
Sebab itu, ia memilih untuk membubarkan grup internal DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep karena merasa tidak dihargai sebagai seorang ketua partai.
Baca Juga:Bawaslu Sumenep Pastikan Hibah Rp24 Miliar Pilkada Jika Tidak Terserap Akan Kembali ke Kas Negara
"Saya ada buktinya semua, ada yang bilang (anjing, red) dan segala macam," bebernya.