"Kami terus bersiaga dan melakukan update meskipun saat ini masih belum ada kasusnya, dan kami menyiapkan tata laksana penanganannya," kata Arman mengungkapkan, Rabu (09/11).
Sementara terkait penyiapan tatalaksana, Arman mengaku terus mengikuti berbagai kegiatan sosialisasi bersama Kementerian Kesehatan baik melalui seminar, webinar dan semacamnya.
Sebagai tenaga kesehatan, kata Arman lebih lanjut, RSUDMA Sumenep senantiasa siap siaga apabila nantinya memang ada kasus gagal ginjal akut tersebut.
"Kami mengikuti berbagai sosialisasi, seminar, webinar, dan kami selau siap siaga apabila terdapat kasus tersebut," ujarnya.