"Saya miris sekali melihatnya. Setiap kali ada perbaikan jalan ini, pasti tidak bertahan lama, sudah rusak lagi," sesalnya, saat diwawancara media ini, Selasa (19/1).
Disamping itu, pengguna jalan juga merasa resah dengan adanya plang beralas kayu besar dan runcing bambu yang menancap di lubang lorong.
Baca Juga:Dinsos P3A Sumenep Siapkan Lahan 5–10 Hektare untuk Sekolah Rakyat demi Putus Mata Rantai Kemiskinan
Sahid (50) ini contohnya. Pria paruh baya ini mengaku risih jika ada plang di tengah jalan raya. Sebab, selain mengganggu pengguna jalan dan arus mobilisasi, kondisi tersebut dinilai memprihatinkan.
Apalagi, jika tidak ada ambu-rambu peringatan, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal di luar dugaan.