SUMENEP, MaduraPost - Akhir-akhir ini beredar video kelakuan para muda-mudi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berkelahi dan viral di media sosial (Sosmed) utamanya di grup WhatsApp.

Dalam video yang menunjukkan pertikaian antar remaja itu terjadi di satu tempat jantung Kota Sumenep, yakni di Taman Adipura atau yang kerap dikenal dengan taman bunga.

Video pertama terjadi pada Kamis, (8/10/2020) siang. Seorang dua remaja perempuan nampak terlihat cekcok mulut dan akhirnya adu jotos tanpa diketahui alasan sebab musabab masalah pertikaian itu terjadi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Sumenep, Purwo Edi Prawito, menganggap jika video yang berdurasi 24 detik itu tidak lain adalah kelakuan sekelompok remaja yang membuat adegan settingan belaka untuk selanjutnya diviralkan melalui aplikasi Tiktok.

"Kalau yang grup cewek setelah kami telusuri ini itu guyon untuk dibuat Tiktok. Saya punya videonya, Tiktoknya-pun juga punya. Sebelum dia melakukan perkelahian sudah di setting duluan," kata Purwo, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Minggu (11/10).

Video kedua, terjadi pada Sabtu (10/10/2020) malam, dua remaja laki-laki juga berkelahi, adu jotos layaknya berada didalam sebuah ring tinju.

"Kalau untuk pertikaian yang tadi malam, kami semua sedang melakukan giat patroli, bersama Kodim, dan Polsek Kota, kami tidak mengetahuinya," ujarnya.

Menanggapi kedua video tersebut, menurutnya, tugas dan fungsi SatpolPP adalah menjaga keamanan kota, tidak hanya terfokus di monumen Taman Adipura Sumenep, melainkan meluas di daerah per-kotaan.

"Jadi begini, kalau kejadian di taman bunga walaupun peristiwa apapun jangan sering soroti SatpolPP. SatpolPP itu tidak menjaga taman bunga, hanya Pos-nya saja yang disana," papar mantan Camat Batuputih ini.

Dalam segi kinerja, pihaknya meminta agar semua elmen ikut bekerjasama. Sebab, Purwo mengakui, apabila di lokasi taman bunga juga ada kantor Polsek Kota dan Kodim 0827 Sumenep.

"Disana juga sudah ada Polsek Kota, Kodim. Masyarakat sendiri juga harus merasa peduli, jadi kalau melihat insiden yang begitu jangan hanya bisa membiarkan dan memviralkan lewat Sosmed. Tapi harus melerainya," pintanya.

Selain itu, kata Purwo, koordinasi antara masyarakat dan aparat juga tetap dijaga. Pasalnya, masyakarat dan aparat penegak hukum tentu saling membutuhkan.

"Kalau perlu laporan. Jadi minta tolong bantuannya juga, sekaligus bantulah kami. Kalau teman-teman anggota sudah maksimal melaksanakan operasi," ucapnya.

Disamping itu, Purwo menilai, pergaulan remaja saat ini sering terlalu mengedepankan kecanggihan teknologi dari pada norma-norma sosial dan kemanusiaan.

"Kalau SatpolPP, Kodim, dan Polsek Kota sudah sering tiap malam mengawasi taman bunga, operasi hingga 24 jam. Tapi ya anak-anak jaman sekarang kelakuannya begitu, beda pergaulannya dengan anak-anak dulu," timpalnya.

Bahkan, pihaknya berdalih, jika setiap kejadian yang tidak diinginkan terjadi di Taman Adipura Sumenep, SatpolPP kemungkinan besar belum bisa inten melihat dari sudut sisi monumen tersebut.

"Malahan pos pantau SatpolPP ada di sebelah utara, sedangkan kejadiannya ada di sisi timur dan selatan, jadi nggak kelihatan dan jauh tertutup pohon," dalihnya.

Purwo berharap, agar bisa dibuatkan Pos pantau sebelah sisi timur Taman Adipura Sumenep, agar pemantauan lebih akurat.

"Saran saya begini, khusus taman bunga kalau bisa dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa membuatkan Pos disebelah timur untuk membantu memantau taman bunga," harapnya. (Mp/al/rus)