Menurut Rofiq pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak bisa menentukan program prioritas akan tetapi lebih mengutamakan bagaimana cara pemerintah menghabiskan anggaran daerah sehingga tidak menjadi Silpa.
"Seharusnya Disperindag Kabupaten Pamekasan berfikir bagaimana bangunan yang telah ada dapat difungsikan dan bermanfaat bagi pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan, Jangan cuma bisa membangun tapi akhirnya mangkrak," Kata Rofik.
Baca Juga:Kukuhkan 107 Kepala Sekolah, Bupati : Pendidikan Di Pamekasan Harus Jelas Dan Terus Berkemajuan
berdasarkan pantauan Madurapost terdapat beberapa bangunan megah namun kumuh karena tidak difungsikan. Masyarakat berharap agar bangunan tersebut segera dan bisa dimanfaatkan untuk para pelaku batik di Kabupaten Pamekasan. (Mp/nir/kk)