Perasaan aneh mulai merayapi hati dan pikiranku. Aku tak yakin dengan apa yang aku rasakan waktu itu, rasanya seperti ada hal yang hilang ketika aku melewatkan senja tanpa Adam.Hingga hari ke 98 Adam masih sama, dia semakin menghindariku, aku sudah beberapa kali mengunjungi rumahnya, tapi yang kudapat hanya pembantu yang selalu mengatakan "den Adam sedang tidak ada di rumah, baru saja berangkat." ahh alasan klise, kenapa tidak bilang saja kalau Adam tidak ingin menemuiku, gerukutu dalam hati.
Hari ke 107, aku menyerah, aku tidak lagi berkunjung ke rumah Adam. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika seperti ini? aku memilih mundur dengan secercah harapan.
Cerpen | 345 Hari
Foto: Dokumentasi Madura Satu
Editor: Admin
Berita Terbaru
Dua Aktivis di Pamekasan Disebut Cari Sensasi Gara Gara Sentil H.Her
Pernyataan Ketua Senat UIN Madura Jadi Sorotan, Ketua GEMPUR: Benahi Dulu Internal Kampus
Myze Hotel Sumenep Satukan Karyawan Lewat General Artist Meeting Bertema Piala Dunia