"Pernah ada di bulan Februari penawaran dari distributor, namun harganya cukup mahal. Sehingga apotek yang ada di Sumenep ini tidak membelinya," kata dia.
Baca Juga:'Nyare Malem' di Sumenep, Jajal Takjil Hingga Menu Buka Puasa di Setiap 1 Kilometer Jalan Kota
Pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mendalami kelangkaan masker dan senitizer itu. Ditengarai, faktor merambahnya virus Corona ke Indonesia menjadi alasan utama.
"Kami akan terus melakukan penyelidikan, dan tidak akan bergerak sendiri, tentu terus berkoordinasi dengan Dinkes atas kelangkaan alat masker dan senitizer tersebut, serta akan dicari tahu penyebabnya apa," paparnya.